Masjid Al Man’nan dirancang sebagai pusat ibadah dan aktivitas warga di Desa Mandiodo dengan konsep The Maze yang diterapkan melalui pola sirkulasi berlapis dan tidak langsung, dengan pertimbangan jalur masuk kedalam kawasan dari segala arah sehingga perlunya boundary, sehingga pengguna mengalami perjalanan dan perpindahan ruang secara bertahap sebelum mencapai ruang utama salat. Pendekatan arsitektur modern tropis diwujudkan lewat bukaan alami, pelindung matahari, haris yang tegas, serta integrasi vegetasi untuk menciptakan kenyamanan termal dan pencahayaan yang alami. Kawasan dibagi menjadi tiga zona, yaitu ibadah sebagai inti yang lebih tenang, kuliner sebagai ruang interaksi warga, dan olahraga sebagai area aktivitas fisik, yang saling terhubung namun tetap memiliki batas yang jelas. keberadaan kolam di dalam kawasan berfungsi sebagai elemen pendingin pasif sekaligus menghadirkan suasana reflektif, diperkuat oleh lokasi tapak yang berdekatan dengan laut sehingga menghadirkan potensi angin alami dan nuansa lingkungan pesisir. Penggunaan warna terracotta diambil dari karakter tanah kawasan tambang sekitar, sehingga bangunan lebih menyatu dengan lingkungan sekaligus membantu menyamarkan debu dan mengurangi kebutuhan perawatan.